fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah
SEDATIVE& HIPNOTIK. Definisi: Golongan obat depresi SSP. Efeknya bergantung pada dosis, mulai dari yang ringan (menenangkan, menyebabkan kantuk, menidurkan) hingga yang berat (menghilangkan kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati. Sedatif adalah zat-zat yang dalam dosis terapi yang rendah dapat menekan aktivitas mental, menurunkan respons
Mencitadalah hewan percobaan yang sering dan banyak digunakan di dalam laboratorium farmakologi dalam berbagai bentuk percobaan. Hewan ini mudah ditangani dan bersifat penakut fotofobik, cenderung berkumpul sesamanya dan bersembunyi. Perlakuan euthanasia dengan obat anestetika umum yaitu eter, alkohol dan kloroform. · Pembedahan pada
Apa Itu Kloroform? Kloroform, atau yang juga dikenal sebagai triklorometana adalah senyawa yang tidak berwarna, berbentuk cairan beraroma manis dengan rumus kimia CHCl3. Senyawa ini paling dikenal untuk digunakan dalam sejarah sebagai anestesi umum, meskipun sekarang ini telah dikurangi penggunaannya karena masalah keamanan. Saat ini kloroform atau triklorometana lebih sering digunakan dalam berbagai proses industri, termasuk pembuatan plastik, pendingin, dan pelarut. Kloroform ini ditemukan dalam jumlah kecil dalam air dan udara, sebagian besar berasal dari sumber alami. Kloroform adalah racun dan cepat melepaskan uap bila terkena udara, sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Produksi Senyawa ini awalnya dibuat oleh reaksi etanol atau aseton dengan bubuk pemutih – kalsium hipoklorit. Di zaman modern, kloroform itu diproduksi di industri dengan menggabungkan metana dengan klorin. Sejumlah kecil bahan kimia diproduksi secara alami oleh kehidupan laut, seperti rumput laut, dan oleh dekomposisi sisa-sisa tanaman di tanah. Sumber utama pada manusia dalam lingkungan berasal dari penggunaan klorin sebagai agen pemutih di pabrik kertas, dan klorinasi air minum. klorin bereaksi dengan berbagai senyawa organik untuk menghasilkan triklorometana, tetapi jumlah yang ada dalam air diklorinasi kecil dan sehingga tidak menimbulkan risiko apapun untuk kesehatan manusia dalam keadaan normal. Penggunaan Penggunaan kloroform sebagai anestesi sudah dimuala dari 1847, tapi timbul kekhawatiran. Pada tahun 1848, seorang pasien meninggal karena jantungnya berdebar cepat dan tidak teratur sementara ia dibius. Pada awal abad 20, penggunaan kloroform mengalami kemunduran, dan mulai ditinggalkan demi alternatif yang lebih aman dan lebih murah pada sekitar tahun 1940. Sekarang ini, anestesi yang lebih aman seperti halotan, isoflurane, dan sevoflurane, dan lain-lain yang digunakan. Ketika alternatif yang lebih murah diperlukan, seperti yang terjadi di beberapa negara miskin, eter, obat bius yang lebih lama masih sering disukai. Saat ini, penggunaan terbesar kloroform adalah untuk produksi polytetrafluoroethylene PTFE, plastik relatif tahan panas terbaik yang dikenal untuk digunakan sebagai lapisan non-stick untuk panci dan wajan. Senyawa ini pertama bereaksi dengan hidrogen fluorida untuk membentuk Chloro dofluoro Methana, suatu senyawa yang digunakan sebagai pendingin dan propelan untuk kaleng aerosol. Penggunaan ini telah dihapus di banyak negara, karena dampaknya pada lapisan ozon, tetapi produksinya masih merupakan langkah penting dalam pembuatan PTFE. Di laboratorium, triklorometana sering digunakan sebagai pelarut yang stabil, relatif tidak aktif, dan melarutkan banyak senyawa organik. Hal ini sangat efektif dalam penggalian zat dari bahan tanaman dan digunakan dengan cara ini dalam industri farmasi untuk mengekstraksi obat-obatan dan prekursor obat dari tanaman. Hal ini juga dapat digunakan dalam kimia analitik untuk mengisolasi senyawa dari sampel dan digunakan dalam sintesis banyak bahan kimia organik. Efek kesehatan Efek anestesi kloroform yang berasal oleh penghambatan aktivitas sistem saraf pusat. Menghirup uap dapat dengan cepat dapat membawa ketidaksadaran, tetapi dosis yang sangat tinggi bisa berakibat fatal. Bahan kimia ini juga mempengaruhi aktivitas di organ utama lainnya, termasuk jantung, yang membuatnya berbahaya sebagai obat bius. Hal ini dianggap cukup beracun – dalam hal efek akut – jika tertelan, dan dosis 0,35 ons cairan 10 mililiter dapat berakibat fatal pada manusia. Alat pengaman standar di laboratorium Paparan jangka panjang untuk konsentrasi yang relatif rendah triklorometana dapat memiliki sejumlah efek samping, terutama pada hati dan ginjal. Mungkin ada risiko kanker yang berhubungan dengan paparan bahan kimia ini. Meskipun tidak ada bukti konklusif penyebab kanker pada manusia, tes pada hewan telah menunjukkan kloroform menyebabkan tumor hati dan ginjal, dan di Amerika Serikat, Badan Perlindungan Lingkungan EPA telah mengklasifikasikan sebagai ” Kemungkinan Penyebab karsinogen pada manusia.” Paparan bahan kimia ini paling mungkin terjadi dalam dunia industri atau laboratorium, tetapi sejumlah kecil itu yang ada juga di udara dan di air. Potensi risiko lain dalam penanganan dan penyimpanan kloroform adalah pembentukan gas sangat beracun, fosgen, yang digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia I. Bila terkena cahaya, triklorometana bereaksi dengan oksigen di udara untuk menghasilkan gas ini. Untuk alasan ini, disimpan dalam botol kaca gelap. Post Views 1,959
Adalahsediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati atau hewani atau dengan cara melarutkan senyawa kimia dalam pelarut yang tertera pada masing - masing monografi. Kecuali dinyatakan lain, tingtur dibuat menggunakan 20% zat berkhasiat dan 10 % untuk zat berkhasiat keras.
BAB IV PEMBAHASAN Uji Kelarutan dan Emulgator Uji kelarutan lipid dilakukan untuk mengetahui derajat kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Pemberian minyak pada tiap tabung untuk menguji apakah pelarut akan membentuk emulsi yang stabil atau tidak. Minyak larut dalam kloroform dan eter karena kloroform dan eter adalah pelarut organik. Sementara pada tabung berisi air yang diberi tetesan minyak membentuk emulsi yang tidak stabil sehingga kedua cairan memisah menjadi dua lapisan. Minyak berada di lapisan permukaan atas karena massa jenisnya yang lebih ringan daripada air. Minyak dalam larutan Na2CO3 karena asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda dan membentuk sabun yang disebut reaksi saponifikasi. Pada larutan empedu yang diberi tetesan minyak, terjadi emulsi yang stabil. Empedu menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan, daya kerjanya disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat. Empedu membentuk lapisan di sekeliling minyak yang mengurangi kemungkinan butir-butir minyak bersatu. Uji Sifat Tidak Jenuh Uji ketidakjenuhan digunakan untuk menentukan tingkat kejenuhan suatu sampel. Pada percobaan ini diteteskan 10 cc kloroform dengan 10 tetes Hubl Iod ke dalam tabung reaksi. Kloroform memiliki fungsi melarutkan lemak karena kloroform bersifat nonpolar dan lemak memiliki sifat dapat larut dalam pelarut nonpolar. Sedangkan fungsi penambahan Hubl Iod adalah Hubl Iod mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal reaksi adisi. Reaksi adisi terjadi karena Hubl Iod terdiri atas iod dalam alcohol yang mengandung sedikit HgCl2 yang berfungsi sebagai katalisator, iod sebagai sumber iod bebas nantinya akan berikatan dengan ikatan rangkap lipid. Semakin tidak jenuh suatu lipid, berarti ikatan rangkap dalam lipid tersebut semakin banyak sehingga semakin banyak pula jumlah tetes minyak yang diperlukan untuk mengikat semua iod bebas yang ada. Jadi, urutan kejenuhan paling tinggi adalah lemak binatang 24 tetes, minyak kelapa 20 tetes, minyak kacang 15 tetes, dan minyak wijen 8 tetes. Pembentukan Akrolein Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya akrolein. Kristal KHSO4 berguna untuk mendehidrasi gliserol menjadi akrolein , karena sifat kristal KHSO4 adalah menarik atau memisahkan molekul air. Pemanasan bertujuan untuk memunculkan bau tengik, bau gliserol lebih tengik dibandingkan minyak sayur karena minyak sayur bila dihidrolisis akan lebih cepat berubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Gliserol yang terhidrasi akan berubah menjadi akrolein dan menimbulkan terjadinya bau tengik. Berikut adalah reaksi pembentukan akrolein, Larutan CuOH2 Pada percobaan larutan CuOH2 kami mencampurkan 5 tetes CuSO4 tembaga sulfat dengan 5 tetes NaOH Sodium hidroksid sehingga membentuk tembaga hidroksid yang sebagian berbentuk aqua biru dan sebagian lagi berbentuk solid partikel putih, sehingga hal ini dapat menjelaskan adanya endapan seperti partikel putih di bagian atas larutan yang hanya dapat dilihat dengan dasaran hitam pada larutan CuOH2 tersebut. Penambahan gliserol dalam larutan CuOH2 adalah untuk melarutkan endapan tembaga hidroksid partikel putih karena gliserol dapat menangkap partikel tembaga yang bersifat solid menjadi bersifat aqua sehingga endapan yang semula terlihat pada larutan CuOH2 tidak terlihat lagi larut. Kristal Kolesterol Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya kristal kolestrol melalui pemanasan alkohol di waterbath selama 5 menit dan suhu maksimal, yang digunakan untuk melarutkan kolesterol sehingga mudah diamati di bawah mikroskop. Adapun hasil pengamatan dibawah mikroskop adalah sebagai berikut, *Perbesaran 100X dan 400X Pada gambar diatas terdapat kristal-kristal yang terdiri dari satu Kristal saja dan ada yang terdiri dari beberapa kristal yang menumpuk perbesaran 100X,pada gambar diatas juga terdapat gelembung udara yang disebabkan adanya udara yang masuk saat pembuatan preparat. Menurut teori, kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap lalu membentuk kristal. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak dapat berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Dan hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan teori yang ada. Percobaan Salkowski Uji swalowski dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Jika sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya direaksikan dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan warna yang khas. Pada percobaan digunakan kloroform untuk melarutkan kolesterol agar lebih mudah bereaksi karena sifat dari lemak atau lipid adalah non polar. Sesuai dengan prinsip “like disolve like” maka senyawa non polar akan larut pada pelarut non polar, kolesterol sebagai sterol jenuh, dan H2SO4 sebagai oksidator berfungsi untuk memutus ikatan ester lipid. Setelah percobaan terbentuk lapisan warna dari atas, purple – kuning – flouresensi kehijauan. Warna ungu purple merupakan hasil reaksi antara kloroform dengan kolesterol yang berupa kolestadiena. Warna kuning merupakan sisa asam sulfat yang tidak ikut bereaksi. Flouresensi kehijauan yang dapat dilihat dengan sinar refleksi merupakan hasil reaksi antara kolestadiena dan asam sulfat yang berupa asam sulfonat. Grease Spot Test Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai. Minyak ini membentuk senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik dan biasanya juga banyak mengandung zat pengotor yaitu sisa hasil gorengan, kadar air serta asam lemak bebas yang tinggi. Asam lemak ini menyebabkan bau tengik, bau yang khas ini disebabkan karena adanya senyawa campuran asam keto dan asam hidroksiketo yang berasal dari dekomposisi asam lemak dari cairan tersebut. Pada metode grease spot test atau tes noda lemak digunakan minyak jelantah dan minyak baru, ditambah eter untuk melarutkan minyak. Sifat minyak yang mudah larut dalam pelarut organik nonpolar. Penggunaan eter adalah untuk melarutkan zat-zat selain lemak yang terkandung dalam minyak yang akan selain lemak akan menguap dengan cepat bersama eter. Setelah eter dan zat-zat selain lemak menguap, kertas biasa diusapkan pada wadah minyak baru dan minyak jelantah. Penggunaan kertas biasa karena kertas terbuat dari serat selulosa yang mempunyai pori-pori yang akan teregang sehingga kertas lebih mudah ditembus cahaya. Pada kertas yang diusap dengan minyak baru, kertas tampak lebih transparan dibawah pencahayaan. Sedangkan pada minyak jelantah, terdapat noda warna kuning yang mengental dan kertas tidak terlalu transparan jika dibandingkan dengan minyak baru. Pada minyak baru, gliserol disebabkan oleh adanya air dalam minyak walaupun dalam jumlah sedikit yang menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Reaksi hidrolisis menyebabkan kerusakan minyak atau lemak karena terdapat sejumlah air dalam minyak. Sementara, pada minyak jelantah terdapat gliserol dikarenakan pada minyak jelantah telah dilakukan pemanasan sehingga trigliseridanya berkurang dengan kadar gliserol dan asam lemaknya bertambah. BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut Asam lemak larut dalam kloroform dan eter, karena kloroform dan eter merupakan pelarut lemak dan bersifat non polar. Sedangkan air dan minyak tidak dapat larut karena air bersifat polar. Pada cairan empedu terjadi emulsi. Lemak binatang merupakan lemak paling jenuh karena memiliki ikatan rangkap paling banyak disbanding minyak kelapa/sayur, minyak kacang dan minyak wijen. Ketika gliserol dipanaskan akan didapatkan bau akrolein yang merangsang, karena gliserol merupakan hasil akhir pemecahan lipid, sedangkan bau tengik didapatkan ketika minyak kelapa/sayur dipanaskan. Gliserol dapat melarutkan endapan CuOH2 Kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap apabila dilarutkan dengan alkohol panas lalu membentuk Kristal bening dan tidak berbau. Kolesterol adalah sumber sterol jenuh. Eter dapat melarutkan lemak. BAB VI DAFTAR PUSTAKA Murray,Robert K. , Daryl K. Granner , Victor W. “Biokimia HARPER” Edisi SHERWOOD , ”Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem” Edisi 8. JakartaEGC. Waldron, K. W. Ed.. 2014.Advances in Biorefineries Biomass and Waste Supply Chain Exploitation. Elsevier. Guyton, Arthur C. & Hall, John E., 2014. “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran”. Edisi 12. JakartaEGC. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, 2015, Buku Petunjuk Praktikum “Digesti dan Metabolisme”. Yogyakarta Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana. Format Laporan Biokimia
Padatahun 1930-an penampilan bromethol (Avertin®), divinil eter, siklopropane dan trikloretilena, dan induksi anestesia oleh barbiturates intravena, adalah inovasi. Kerana kesukaran untuk mendapatkan kelonggaran rahang dan laring dengan ether, intubasi naso-trakeal menjadi popular.
Obat bius yang paling baik digunakan adalah halotan. Ketiga senyawa tersebut merupakan senyawa turunan alkana yang bersifat anestesi sehingga banyak dimanfaatkan di bidang kedokteran sebagai obat bius. Pemakaian eter atau kloroform sebagai obat bius relatif tidak mahal bila dibandingkan dengan menggunakan halotan. Namun, eter merupakan bahan yang mudah meledak dan mudah terbakar. Sedangkan pemakaian kloroform berdasarkan hasil penelitian dinyatakan tidak aman karena dapat mengganggu fungsi hati. Saat ini penggunaan kloroform telah diganti dengan senyawa 2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana atau dikenal dengan halotan. Halotan tidak berwarna, tidak mudah terbakar, tidak mengiritasi, dan berbau khas seperti kloroform. Halotan tidak mengiritasi saluran napas dan secara umum tidak menimbulkan peningkatan sekresi saliva atau bronkus. Sehingga, obat bius yang paling baik diantara ketiga senyawa tersebut adalah halotan.
Obatanestesi inhalasi yang pertama kali dikenal dan digunakan untuk membantu pembedahan ialah N2O. kemudian menyusul, eter, kloroform, etil-klorida, etilen, siklo-propan, trikloro-etilen, iso-propenil-vinil-eter, propenil-metil-eter, fluoroksan, etil-vinil-eter, halotan, metoksi-fluran, enfluran, isofluran, desfluran dan sevofluran.
Pada saat melakukan praktikum, kamu harus dapat menggunakan alat yang tepat. Selain akan membantu dalam pengerjaan praktikum dengan lancar. Penggunaan alat yang tepat juga akan menghindarkan kamu dari keadaan yang membahayakan keselamatanmu. Alat praktikum yang ada di laboratorium terbagi menjadi dua, yaitu alat-alat yang tidak menggunakan sumber listrik dan alat yang menggunakan sumber listrik. Berikut ini merupakan beberapa alat laboratorium yang tidak menggunakan sumber listrik beserta fungsinya. a. Tabung reaksi, digunakan untuk mereaksikan zat kimia. b. Rak tabung reaksi, digunakan untuk menyimpan/meletak-kan tabung reaksi ketika sedang digunamenyimpan/meletak-kan. c. Gelas kimia, digunakan untuk membuat larutan dan sebagai wadah larutan. d. Labu erlenmeyer, mulut tabung didesain lebih kecil dari bagian bawah, sehingga cocok digunakan untuk menam-pung larutan atau bahan kimia yang dikhawatirkan dapat tumpah ketika dikocok. e. Corong kaca, digunakan untuk membantu memasukkan larutan ke dalam suatu wadah. Pada corong sering ditambahkan kertas saring, sehingga dapat digunakan untuk menyaring campuran tertentu. a b c d e f g h i j k l m Gambar tabung reaksi, b rak tabung reaksi, c gelas kimia/gelas beker, d labu erlenmeyer, e corong, f kaki tiga, g kawat kasa, h pipet tetes, i batang pengaduk, j labu ukur, k gelas ukur, l termometer, dan m pembakar spiritus. Tugas f. Kaki tiga, digunakan sebagai dudukan/penyangga gelas kimia yang dipanaskan. g. Kawat kasa, digunakan sebagai pembatas antara api dan gelas kimia yang dipanaskan. Biasanya kawat kasa dipasangkan dengan kaki tiga. h. Pipet tetes, digunakan untuk mengambil larutan dan meneteskan larutan dalam jumlah tertentu. i. Batang pengaduk, digunakan untuk mengaduk suatu zat yang dilarutkan dalam cairan. j. Labu ukur, digunakan untuk menakar suatu larutan atau bahan kimia dengan volume tertentu sesuai dengan volume labu ukur. Dengan demikian terdapat labu ukur dengan berbagai volume, misalnya 50 ml, 100 ml, 250 ml, dan sebagainya. k. Gelas ukur, digunakan untuk mengukur volume suatu larutan kimia. l. Termometer, digunakan untuk mengukur suhu. m. Pembakar spiritus, digunakan sebagai sumber api untuk memanaskan larutan atau bahan kimia. Berhati-hatilah ketika memanaskan berbagai bahan kimia. Semua alat di atas harus kamu gunakan sesuai dengan fungsinya. Kamu dapat minta bantuan kepada guru atau petugas laboratorium untuk mengetahui fungsi alat yang lain yang terdapat di laboratorium sekolahmu. Adapun penggunaan alat yang menggunakan sumber listrik, kamu harus memperhatikan hal-hal berikut. a. Memeriksa kelengkapan alat seperti kabel dan tombol-tombol. Kelengkapan yang tidak memadai atau tidak tersedia akan membuat kesulitan saat mengoperasikan alat tersebut. b. Menjauhkan dari air. Alat yang menggunakan sumber listrik, mutlak harus dijauhkan dari air karena akan membuat alat menjadi rusak atau dapat menyebabkan terjadinya hubungan singkat. c. Mengetahui kegunaan alat. Kamu dapat membaca petunjuk praktikum atau menanyakan langsung kepada guru atau petugas laboratorium. d. Mengetahui prosedur penggunaan alat. Kamu dapat membaca buku petunjuk penggunaan alat dan bila kurang jelas dapat menanyakannya kepada guru atau petugas. e. Mengetahui cara kerja alat, meskipun tidak mutlak diperlu-kan tetapi dapat membantu memahami cara menggunadiperlu-kan alat dengan benar. Kamu dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber atau dengan bertanya kepada guru. Diskusikan dengan kelompokmu, keselamatan kerja apakah yang harus diperhatikan ketika sedang melakukan penelitian di pegunungan dan di pantai. Rangkuman A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Kebenaran teori dalam ilmu pengetahuan berlaku …. a. selama belum ada bukti yang me-nolak teori itu b. selama penemu masih hidup c. sama di seluruh dunia d. pada tempat dan waktu tertentu 2. Gambar bentuk kristal gula pasir yang diamati dengan mikroskop termasuk data .... a. kualitatif b. objektif c. kuantitatif d. subjektif Kamu telah selesai mempelajari materi Gejala Alam dan Kerja Ilmiah. Sebelum berlanjut mempelajari bab berikutnya, lakukan evaluasi diri dengan menjawab pertanyaan di bawah ini. Jika semua pertanyaan kamu jawab dengan ya’, berarti kamu telah menguasai bab ini dan bisa melanjutkan mempelajari bab berikutnya. Jika ada pertanyaan yang dijawab dengan tidak’, maka kamu perlu mengulangi materi yang berkaitan dengan pertanyaan itu. Jika ada hal yang sukar dimengerti, bertanyalah kepada Bapak/Ibu Guru. 1. Apakah kamu dapat menunjukkan contoh gejala alam biotik dan abiotik? 2. Dapatkah kamu menunjukkan keterampilan ilmiah yang harus dikuasai dan menjelaskan prosedur penelitian yang sesuai dengan metode ilmiah? 3. Dapatkah kamu mempraktikkan cara menggunakan mikroskop dan cara membuat preparat dengan benar? 4. Apakah kamu dapat menunjukkan pentingnya keselamatan kerja dalam kegiatan ilmiah? 5. Dapatkah kamu menunjukkan contoh bahan kimia berbahaya dan simbol bahan-bahan berbahaya? Latih Kemampuan 6 Refleksi • Sains berkembang dari melalui pengamatan dan percobaan. Objek pengamatan dapat berupa gejala kejadian maupun gejala kebendaan, baik objek biotik maupun abiotik. Percobaan dilakukan dengan metode ilmiah dan peneliti harus juga harus bersikap ilmiah, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. • Pengamatan atau observasi dapat menggunakan indra maupun dengan bantuan alat ukur. Pengamatan dengan indra menghasilkan data kualitatif, sedangkan pengamatan dengan alat ukur menghasilkan data kuantitatif. Untuk mempermudah, data dapat disajikan dalam bentuk tabel, gambar, diagram, grafik, dan sebagainya. • Eksperimen dilakukan dengan metode ilmiah. Urutan metode ilmiah yaitu merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melakukan penelitian, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Hasil eksperimen harus dikomunikasikan dengan orang lain sehingga pengetahuannya bermanfaat. • Mikroskop merupakan alat bantu untuk mengamati benda yang berukuran sangat kecil. Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop dapat dihitung dari perbesaran lensa objektif dikalikan perbesaran lensa okuler. • Semua kegiatan eksperimen atau penelitian harus memperhatikan keselamatan kerja. Keselamatan kerja dapat ditingkatkan dengan mengenal sifat bahan kimia di laboratorium, memahami cara kerja alat, dan menggunakan peralatan kerja yang tepat. 3. Berikut ini adalah langkah dalam metode ilmiah. 1. Mengumpulkan data 2. Eksperimen 3. Kesimpulan 4. Hipotesis 5. Penemuan masalah 6. Percobaan ulang Urutan langkah dalam metode ilmiah yang benar adalah .... a. 5 - 1 - 4 - 2 - 3 - 6 b. 4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6 c. 2 - 3 - 4 - 5 - 1 - 6 d. 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 4. Berikut ini yang merupakan contoh gejala kejadian objek abiotik adalah .... a. air hujan b. hujan c. air laut d. minum air hujan 5. Jawaban sementara dari masalah yang sedang diteliti untuk diuji kebenarannya disebut .... a. variabel b. metode d. data e. hipotesis 6. Apabila dalam suatu percobaan kamu akan mengukur pertambahan panjang tanaman, maka data yang diperoleh berupa data .... a. kualitatif b. kuantitatif c. pengukuran d. percobaan 7. Dalam suatu kerja ilmiah hipotesis yang dibuat sangat didukung oleh kesimpulan hasil percobaan, agar lebih meyakinkan maka langkah selanjutnya adalah .... a. menyusun hipotesis baru b. melakukan percobaan ulang c. menyusun teori d. melakukan percobaan baru 8. Bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur fokus bayangan dengan menaikturunkan tabung mikroskop dengan lambat disebut .... a. revolver b. mikrometer c. diafragma d. lensa objektif 9. Keuntungan menyayat daun dengan menggunakan silet adalah .... a. tidak membahayakan siswa b. mudah dibawa c. hasil sayatan tipis d. awet 10. Fungsi lensa okuler adalah .... a. memfokuskan benda b. memperjelas benda c. menangkap bayangan dari lensa objektif d. memperbesar ukuran benda 11. Fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah .... a. memperlunak kulit hewan b. menguatkan hewan c. menghasilkan warna yang bagus d. membuat pingsan hewan 12. Alat untuk mengambil zat kimia padat adalah .... a. spatula b. sonde c. skapel d. pinset 13. Tempat meletakkan preparat pada mi-kroskop disebut .... a. meja preparat b. gelas benda c. lensa objektif d. kaca penutup 14. Alat untuk mengambil zat kimia cair dalam jumlah sedikit adalah .... a. pipet b. cermin c. pinset d. sonde 15. Contoh bahan kimia yang bersifat korosif adalah .... a. sianida b. asam klorida c. kloroform d. uranium Wacana Sains Olimpiade Sains Bagi Pelajar Mungkin bagi kamu pelajaran matematika dan sains atau Ilmu Pengetahuan Alam merupakan momok yang berusaha dihindari. Hal ini dapat menyebabkan pelajar mungkin termasuk kamu dan teman-temanmu kesulitan dalam mempelajarinya. Mungkin pola pengajaran yang kurang tepat membuat kamu menjadi tidak suka pada pelajaran ini. Padahal matematika dan sains adalah pelajaran yang sangat menarik. Pemerintah pun telah menyadarinya. Untuk meningkatkan minat pelajar terhadap matematika dan sains, Departemen Pendidikan Nasional menggelar Lomba Penelitian Ilmiah Remaja LPIR. LPIR diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sebagai pelajar, tentu kamu dapat berperan di dalamnya. Selain di tingkat nasional, kegiatan serupa juga ada di tingkat internasional, misalnya Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, dan Astronomi. Dalam forum ini, pelajar Indonesia berhasil menyumbangkan prestasi yang cukup baik. Hal ini me-nimbulkan kesan positif bagi masyarakat dunia bahwa perkembangan pendidikan dan kegiatan akademik di Indonesia telah berkembang cukup baik. Negara kita mengikuti forum itu pertama kali pada Olimpiade Matematika Internasional di Australia tahun 1988. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk bisa ikut dalam kegiatan itu. Tapi juga bukan menjadi hal yang sulit jika kamu disiplin dalam belajar dan berlatih, serta tekun mengembangkan pengetahuan. Oh ya, yang bisa mengikuti Olimpiade Sains ini adalah siswa yang duduk di SMU. Tetapi persiapannya perlu dipersiapkan dari sekarang. Nilai mata pelajaran matematika dan sains calon peserta harus baik minimal 7,5. Seleksi peserta dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Peserta yang lolos akan dibina lebih lanjut di pusat pelatihan training centre oleh tim pembina yang telah dipersiapkan secara khusus. Ternyata, prestasi pelajar Indonesia sangat baik, sejak berpartisipasi dalam olimpiade sains, kontingen Indonesia hampir selalu memboyong medali, baik perunggu, perak, maupun emas. Untuk mempersiapkan pelajar Indonesia dalam Olimpiade Sains Internasional, pemerintah menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional OSN sejak tahun 2003. Pesertanya adalah pelajar dari semua sekolah di Indonesia semua tingkat, SD, SMP, hingga SMA yang lolos seleksi secara bertingkat, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga tingkat provinsi. Mereka diadu kecerdasan dan kreativitasnya dalam mengerjakan soal-soal eksak dalam bentuk teori maupun eksperimen. Para pemenangnya akan memperoleh dana, alat belajar, beasiswa, dan Mendiknas Award. Ayo, kamu pasti juga dapat menjadi peserta Olimpiade Sains Nasional maupun Internasional, bahkan bisa menjadi juaranya. Nah, dari sekarang kamu harus menyukai pelajaran sains, matematika, dan semua pelajaran yang lain. Tidak perlu ada momok terhadap pelajaran tertentu karena semua pelajaran berguna bagi kamu. Sumber Ensiklopedia Iptek
Struktursenyawa tersebut termasuk senyawa eter dan memiliki rantai induk heksana (6 atom C). Penomoran dimulai dari bawah. Cabang etoksi (-OCH 2 CH 3) terletak pada atom C nomor 3. Jadi, nama senyawa tersebut adalah 3-etoksiheksana. 9. Jawaban: d. Kloroform digunakan sebagai obat bius pada pembedahan.
Sponsors Link Pernahkah kamu mendengar kata kloroform? Mungkin bila kamu sering melihat di film-film zaman dahulu, orang biasa dibius dengan menggunakan sapu tangan yang dibasahi kloroform. Kloroform atau triklorometana bila disebut dengan nama kimianya, memang sering digunakan sebagai anestesi umum. Tapi itu dulu, saat ini kloroform sudah tidak boleh lagi digunakan sebagai anestesi karena terbukti dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati dan bila kamu main ke laboratorium kimia di sekolahmu, kamu akan menemukan kloroform disimpan di dalam botol kaca yang berwarna gelap. Penyimpanan kloroform memang harus ekstra hati-hati dan tidak boleh terpapar cahaya. Karena bila terkena cahaya, kloroform ini mampu bereaksi dengan oksigen membentuk suatu senyawa gas berbahaya yang dikenal dengan nama ini adalah salah satu senjata kimia yang digunakan selama Perang Dunia I, loh. Karena sifatnya yang berbahaya maka Environmental Protection Agency atau disingkat EPA, sebuah badan perlindungan lingkungan, mengklasifikasikan kloroform sebagai bahan yang meiliki kemungkinan penyebab karsinogen pada atau trikolometana CHCl3 adalah cairan yang tidak berwarna dan tidak mudah terbakar. Kloroform sangat mudah dikenali karena aromanya yang menyengat dan khas. Selain itu kloroform yang merupakan asal lemah ini juga sangat mudah menguap dan mudah larut dalam pelarut ini sifat fisika dari kloroform yang memiliki bentuk molekul tetrahedral didih = 61,2 derajad CelsiusTitik beku = -6,4 derajad CelciusTitik leleh = -62 derajad CelciusDensity = 1,48 kg/literIndeks bias = 1,4476Solubility = 0,8 gram/ 100 ml air pada temperatur 20 derajad CelsiusPada awalnya kloroform disintesa dari hasil proses reaksi antara etil alkohol dengan kalsium hipoklorit. Donor atom klorin didapat dari kalsium hipoklorit. Pertama-tama etil alkohol akan dipanaskan, kemudian dicampurkan dengan kalsium hipoklorit. Dalam sintesa kloroform ini terjadi tiga reaksi Oksidasi CH3-CH2OH + Cl2 —-> CH3-CHO + HClReaksi klorinasi CH3-CH2OH + 3Cl2 —-> CCl3-CHO + HClReaksi Hidrolisis 2CCl3-CHO + CaOH2 —-> 2CHCl3 + HCOOH2CaDi zaman sekarang, kloroform banyak disintesa di industri dengan mereaksikan metana dengan klorin. Reaksi substitusi akan terjadi dimana atom-atom hidrogen dalam metana akan digantikan oleh atom-atom klorin. Hasil reaksi dari proses ini adalah campuran dari klorometana, diklorometana, triklorometana kloroform dan + Cl2 -> CH3Cl + HClCH3Cl + Cl2 -> CH2Cl2 + HClCH2Cl2 + Cl2 -> CHCl3 + HClCHCl3 + Cl2 -> CCl4 + HClDalam kehidupan sehari-haripun kamu bisa menjumpai sintesa kloroform yang terjadi secara alami di alam atau karena aktivitas manusia. Sejumlah kecil kloroform disintesa oleh biota laut seperti rumput laut. Kamu juga bisa menemukan kloroform terkandung dalam hasil dekomposisi sisa-sisa tumbuhan di karena aktivitas penjernihan air yang dilakukan manusia dengan menggunakan gas klorin. Gas klorin bisa bereaksi dengan berbagai senyawa organik yang akhirnya menghasilkan triklorometana. Namun jumlahnya yang sangat kecil tidak akan mempengaruhi kesehatan memiliki beberapa kegunaan, mulai dari bidang kesehatan walau sudah tidak lagi digunakan dan bidang Dalam bidang kesehatanPenggunaan kloroform sebagai cairan anestesi dimulai pada tahun 1847 silam. Penggunaannya terus dilanjutkan sampai timbulnya suatu kekhawatiran untuk terus menggunakan kloroform pada tahun 1848. Dimana pada saat itu ada seorang pasien yang meninggal karena jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan tidak teratur padahal kondisinya sedang dalam keadaan dibius. Namun baru pada pada awal abad 20, penggunaan kloroform mulai ditinggalkan. Dan mulailah pada tahun 1940 dilakukan riset untuk menemukan cara anestesi yang lebih aman dan murah. Untuk dipergunakan selama Perang Dalam bidang industri polymerPenggunaan kloroform terbesar saat ini ada dalam industri polymer. Kloroform adalah salah satu bahan pembuat polytetrafluoroethylene PTFE atau yang biasa orang sebut dengan nama teflon. PTFE adalah polymer yang relatif tahan terhadap panas dan dapat diaplikasikan sebagai lapisan anti lengket pada peralatan Dalam laboratoriumDi laboratorium, kloroform banyak digunakan sebagai pelarut. Karena sifatnya sebagai pelarut yang relatif stabil, tidak mudah bereaksi dan dapat melarutkan banyak senyawa organik. Karenanya kloroform banyak digunakan dalam industri farmasi untuk mengekstraksi dan prekursor obat-obatan dari dapat digunakan untuk mengekstraksi komponen-komponen yang tidak larut dalam air. Misalnya dalam proses isolasi DNA, dimana lipid bukanlah senyawa yang larut dalam air. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan campuran fenol, kloroform, dan larutan ini akan menghasilkan suspensi DNA. Zat-zat pengotoran mengendap pada bagian bawah lapisan. Sedangkan lapisan atas akan diproses lebih lanjut untuk dilakukan uji DNA. Selain itu dalam penerapan ilmu kimia analitik, kloroform juga digunakan untuk mengisolasi senyawa-senyawa dari sampel. Dan banyak juga digunakan dalam sintesis bahan kimia anestesi yang ditimbulkan kloroform berasal karena kloroform mampu penghambatan aktivitas sistem saraf pusat. Menghirup uap kloroform dengan cepat dapat membuat kamu kehilangan kesadaran. Dan apabila dosis yang terhirup terlalu tinggi dapat berakibat juga mempengaruhi kerja dan aktivitas organ utama manusia lainnya, termasuk jantung. Hal ini yang kemudian membuatnya menjadi berbahaya sebagai obat bius. Kloroform juga sangat berbahaya karena memiliki efek toxic yang sangat tinggi. Jika tertelan lebih dari 10 ml cairan, akan menimbulkan dampak yang yang sangat khas dan kuat bagi beberapa orang yang sensitif dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah serta kepala pusing. Bila langsung terkena kulit atau mata bisa menyebabkan kloroform dalam jangka panjang walau dengan konsentrasi yang relatif rendah, ternyata memiliki efek samping. Kloroform ternyata dpat menimbulkan munculnya kanker terutama pada hati dan ginjal. Meskipun memang belum ditemukan bukti konkrit kloroform dapat menyebabkan kanker pada manusia, namun paparan pada hewan telah menunjukan teridentifikasinya tumor hati dan yang sangat reaktif terhadap cahaya dan oksigen di udara bebas, menyebabkan kamu harus menyimpannya didalam botol kaca berwarna gelap. Bila kamu memang harus menggunakan bahan kimia ini maka disarankan untuk menggunakan sarung tangan dan masker. Selain itu, pastikan kondisi ruangan tempat kamu kerja dengan bahan kimia ini memiliki ventilasi yang baik. Sponsors Link
Fungsikloroform atau eter dalam pembedahan adalah - 30692776 cherylivanas cherylivanas 01.08.2020 Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama terjawab Fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah 2 Lihat jawaban bukansiapasiapa015 bukansiapasiapa015
fungsi kloroform atau eter dlm pembedahan yaknifungsi kloroform atau eter dlm pembedahan adalahFUNGSI KLOROFORM DALAM PEMBEDAHANBagaimana cara kita membius binatang untuk dibedah,jika tak tersedia kloroform atau eter?fungsi kloroform atau eter dlm pembedahan ialah kulit warna yg pingsan binatang fungsi kloroform atau eter dlm pembedahan adalah untuk menenangkan atau spaya membisu dn tdk merasa kesakitan. FUNGSI KLOROFORM DALAM PEMBEDAHAN MEMBUAT PINGSAN HEWAN Bagaimana cara kita membius binatang untuk dibedah,jika tak tersedia kloroform atau eter? dapat dilakukan dgn cara mematikan fungsi otak kecil. Caranya, otak kecil binatang tersebut dikorek dgn menggunakan jarum pentul. Setelah hewan pingsan, gres dapat dilakukan pembedahan. Dalam pembedahan, hanya ujung gunting tumpul yg boleh masuk ke dalam, agar tak merusak organ-organ badan binatang yg Akan diperhatikan fungsi kloroform atau eter dlm pembedahan ialah Jawaban ya untuk mengontrol stabilitas darah lah
Flavonoidbebas dan aglikon,dalam eter . 2. O-Glikosida,dalam etil asetat. sehingga dengan demikian didapat tiga fraksi yaitu fraksi kloroform, butanol dan dietil eter. Fungsi Flavonoid . Manfaat utama flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah berkembangnya sel kanker.
Kloroform Nama Nama IUPAC Trikloromatana Nama lain Trikloromatana; formil triklorida; metana triklorida; metil triklorida; metenil triklorida; TCM; freon 20; refrigerant-20; R-20; Un 1888 Penanda Nomor CAS 67-66-3 Y Model 3D JSmol Gambar interaktif 3DMet {{{3DMet}}} ChEBI CHEBI35255 Y ChEMBL ChEMBL44618 Y ChemSpider 5977 Y Nomor EC KEGG C13827 Y PubChem CID 6212 Nomor RTECS {{{value}}} UNII 7V31YC746X Y CompTox Dashboard EPA DTXSID1020306 InChI InChI=1S/CHCl3/c2-i34/h1H Y Key HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYSA-N Y InChI=ane/CHCl3/c2-134/h1H Fundamental HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYAG SMILES ClCClCl Sifat Rumus kimia C H Cl 3 Massa molar 119,37 thoumol−1 Penampilan Cairan tak berwarna Bau Menyengat, berbau seperti eter Densitas 1,564 thousand/cm3 -twenty °C 1,489 chiliad/cmiii 25 °C 1,394 g/cm3 60 °C Titik lebur -63,v °C Titik didih 61,xv °C terdekomposisi pada 450 °C Kelarutan dalam air one,062 chiliad/100 mL 0 °C 0,809 g/100 mL 20 °C 0,732 g/100 mL 60 °C Kelarutan Larut dalam benzena Bercampur dengan dietil eter, minyak, ligroin, alkohol, CCl4, CSii Kelarutan dalam aseton ≥ ten g/100 mL 19 °C Kelarutan dalam dimetil sulfoksida ≥ 10 g/100 mL 19 °C Tekanan uap 0,62 kPa -40 °C 7,89 kPa 0 °C 25,9 kPa 25 °C 313 kPa 100 °C 2,26 MPa 200 °C chiliadH iii,67 Fiftyatm/mol 24 °C Keasaman pK a 15,7 20 °C λmaks 250 nm, 260 nm, 280 nm Konduktivitas termal 0,thirteen W/gK twenty °C Indeks bias n D ane,4459 20 °C Viskositas 0,563 cP 20 °C Struktur Bentuk molekul Tetrahedral Momen dipol 1,xv D Termokimia Kapasitas kalor C 114,25 J/molK Entropi tooth standar Due south o 202,nine J/molOne thousand Entalpi pembentukan standar Δf H o -134,3 kJ/mol Energi bebas Gibbs Δf Thou -71,1 kJ/mol Entalpipembakaranstandar Δc H o 298 473,21 kJ/mol Farmakologi Kode ATC N01AB02 Bahaya Bahaya utama karsinogen[1] Piktogram GHS Keterangan bahaya GHS {{{value}}} Pernyataan bahaya GHS H302, H315, H319, H332, H336, H351, H361, H373 Langkah perlindungan GHS P261, P281, P305+351+338 Titik nyala Tidak terbakar Dosis atau konsentrasi letal LD, LC LD fifty dosis median 1250 mg/kg mencit, oral LC 50 konsentrasi median 9617 ppm mancit, 4 jam[2] LC Lo terendah tercatat ppm marmot, two jam ppm kucing, 4 jam ppm manusia, v menit[2] Batas imbas kesehatan AS NIOSH PEL yang diperbolehkan 50 ppm 240 mg/mthree[i] REL yang direkomendasikan Ca ST 2 ppm ix,78 mg/kthree [60-menit][1] IDLH langsung berbahaya 500 ppm[1] Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar 25 °C [77 °F], 100 kPa. Yverifikasi apa ini Y N ? Referensi Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana CHClthree.[3] Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, akan tetapi penggunaanya sudah dilarang karena telah terbukti dapat merusak liver dan ginjal.[4] Kloroform kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium.[iii] Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan bening, mudah menguap, dan berbau khas.[iii] Produksi [sunting sunting sumber] Kloroform dapat disintesis dengan cara mencampuran etil alkohol atau etanol dengan kalsium hipoklorit. Kalsium hipoklorit merupakan donor unsur klor.[iii] Selain kalsium hipoklorit, penyumbang unsur klor yang dapat dipakai adalah pemutih pakaian.[3] Pemutih pakaian memiliki senyawa aktif yaitu asam hipoklorit.[v] Etil alkohol dipanaskan dan dicampurkan dengan kalsium hipoklorit.[3] Untuk mendapatkan kloroform dari reaksi pencampuran ini, terdapat tiga reaksi yang terjadi Reaksi oksidasi [3] CHiii-CH2OH etil alkohol + Cl2 —> CH3-CHO asetaldehida + HCl asam klorida Reaksi klorinasi [3] CHthree-CH2OH asetaldehida + 3Cl2 —> CCl3-CHO trikloroasetaldehida + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] 2CCl3-CHO trikloroasetaldehida + CaOH2 kalsium hidroksida —> 2CHthreeCl kloroform + HCOOH2Ca kalsium format Selain menggunakan etil alkohol, aseton dapat digunakan untuk menggantikan etil alkohol.[3] Reaksi yang terjadi adalah Reaksi klorinasi [3] CHthreeCOCH3 aseton + 3Cl2 —> CCl3COCHthree trikloroaseton + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] CClthreeCOCHiii trikloroaseton + CaOH2 —> 2CH3Cl kloroform + CHiiiCOO2Ca kalsium asetat Selain ketiga hal di atas, terdapat pula reaksi klorinasi metana yang membutuhkan suhu 400 °C.[three] Reaksi tersebut terjadi sebagai berikut CH4 metana + Cl2 —> CH3Cl + CHtwoCltwo + CHCl3 + CCliv Untuk proses ini, kloroform dapat dipisahkan menggunakan distilasi bertingkat, dan proses ini paling banyak diaplikasikan dalam industri.[3] Penggunaan [sunting sunting sumber] Pelarut [sunting sunting sumber] Kloroform dapat digunakan untuk mengekstraksi komponen yang tidak larut dalam air seperti lipid dalam proses isolasi DNA.[six] Proses isolasi DNA melibatkan larutan yang berisi campuran fenol, kloroform, dan isoamilalkohol. Campuran ini akan membuat suspensi Dna pada lapisan atas dan pengotor-pengotor akan mengendap pada bagian bawah tabung. Cairan yang berada pada bagian atas tabung akan diproses lebih lanjut untuk analisis DNA, dan bagian pengotor dibuang.[half-dozen] Kloroform digunakan untuk mengekstraksi kafeina dalam minuman.[7] Untuk mendapatkan kafeina tersebut, dalam pemisahannya perlu ditambahkan diklorometana untuk menarik senyawa pengotor.[7] Lapisan kloroform diambil, lalu diuji menggunakan spektrofotometer ultraviolet.[7] Kloroform dapat digunakan untuk campuran untuk menentukan konsentrasi detergen anionik seperti ”sodium dodesil sulfat”.[8] Metode yang dilakukan dinamakan Methylene Blue Active Substance.[viii] Lapisan bagian kloroform diambil lalu diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 652 nm.[viii] Kloroform juga dapat digunakan untuk mengkuantifikasi secara kasar kandungan lipid dalam suatu sampel.[9] Untuk memisahkan lipid dari pengotor-pengotor lainnya, sering ditambahkan pelarut organik lainnya seperti metanol untuk menarik kandungan protein. Lapisan kloroform diambil lalu diuapkan hingga tersisa lipidnya.[9] Reagen [sunting sunting sumber] Sebagai reagen, kloroform menyediakan gugus diklorokarben CClii.[10] Kloroform bereaksi dengan natrium hidroksida berair biasanya dengan adanya katalis transfer fase untuk menghasilkan dikklorokarben CCltwo.[11] [12] Reagen ini memengaruhi ortho-formilasi cincin aromatik teraktivasi seperti fenol, menghasilkan aril aldehida dalam reaksi yang dikenal sebagai reaksi Reimer-Tiemann. Atau, karbena dapat terjebak oleh alkena untuk membentuk turunan siklopropana. Dalam reaksi adisi Kharasch, kloroform membentuk radikal bebas CHClii di samping alkena. Anestesi [sunting sunting sumber] Kloroform termasuk dalam anestesi umum yang bekerja pada sistem saraf pusat. Referensi [sunting sunting sumber] ^ a b c d “NIOSH Pocket Guide to Chemic Hazards 0127”. National Institute for Occupational Safety and Health NIOSH. ^ a b “Chloroform”. Immediately Unsafe to Life and Health. National Institute for Occupational Rubber and Health NIOSH. ^ a b c d due east f chiliad h i j k l m northward InggrisBahl A, Bahl BS. 2011. A Textbook of Organic Chemistry for Students. New Delhi S. Chand & Company. ^ InggrisStellman JM. 1998. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety Guides, Indexes, Directory. Geneva International Labour Office. ^ InggrisMadigan Yard, Martinko J, Stahl D, Clark D. 2011. Brock Biology of Microorganisms. Ed ke-thirteen. New York Pearson. ^ a b IndonesiaSuwanto A, Soka S, Candra Krishna Purnawan. 2008. Teknik Percobaan dalam Genetika Molekuler. Dki jakarta Penerbit Atma Jaya. ^ a b c InggrisBibby Scientific. The quantitative determination of caffeine in beverages and soft drinks using UV wavelength spectroscopy. ^ a b c InggrisShahbazi R, Kermanshahi RK, Gharavi S, Nejad ZM, Borzooee F. 2013. Screening of SDS-degrading bacteria from car wash wastewater and written report of the alkylsulfatase enzyme action. IJM v2153-158. ^ a b InggrisAmenta JS. 1970. A rapid extraction and quantification of total lipids and lipid fractions in blood and carrion. Clin Chem 144 399-346 ^ Srebnik, M.; Laloë, Due east. 2001. “Chloroform”. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Wiley. doi ISBN 0471936235. ^ 1988 “1,half dozen-Methano[10annulene]”. Org. Synth.; Coll. Vol. 6 731. ^ 1988 “Stage-Transfer Hofmann Carbylamine Reaction tert-Butyl Isocyanide”. Org. Synth.; Coll. Vol. 6 232.
Efeksamping pemakaian eter amino alkil tersier adalah mengantuk, sehingga dipergunakan sebagai pem-bantu tidur pada obat tanpa resep. Garam ini berupa serbuk kristalin berupa kuning muda yang larut dalam air, alcohol dan kloroform. Selain mempunyai aktivitas sebagai antihistamin, senyawa ini juga mempunyai efek antiemetik, serta memperkuat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kloroform Nama Nama IUPAC Trikloromatana Nama lain Trikloromatana; formil triklorida; metana triklorida; metil triklorida; metenil triklorida; TCM; freon 20; refrigerant-20; R-20; UN 1888 Penanda Nomor CAS 67-66-3 Y Model 3D JSmol Gambar interaktif 3DMet {{{3DMet}}} ChEBI CHEBI35255 Y ChEMBL ChEMBL44618 Y ChemSpider 5977 Y Nomor EC KEGG C13827 Y PubChem CID 6212 Nomor RTECS {{{value}}} UNII 7V31YC746X Y CompTox Dashboard EPA DTXSID1020306 InChI InChI=1S/CHCl3/c2-134/h1H Y Central HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYSA-N Y InChI=1/CHCl3/c2-1three4/h1H Key HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYAG SMILES ClCClCl Sifat Rumus kimia C H Cl 3 Massa molar 119,37 gmol−1 Penampilan Cairan tak berwarna Bau Menyengat, berbau seperti eter Densitas 1,564 g/cm3 -20 °C 1,489 g/cm3 25 °C i,394 m/cm3 60 °C Titik lebur -63,5 °C Titik didih 61,fifteen °C terdekomposisi pada 450 °C Kelarutan dalam air 1,062 thousand/100 mL 0 °C 0,809 g/100 mL twenty °C 0,732 thou/100 mL 60 °C Kelarutan Larut dalam benzena Bercampur dengan dietil eter, minyak, ligroin, alkohol, CCl4, CS2 Kelarutan dalam aseton ≥ x g/100 mL 19 °C Kelarutan dalam dimetil sulfoksida ≥ 10 1000/100 mL 19 °C Tekanan uap 0,62 kPa -40 °C seven,89 kPa 0 °C 25,9 kPa 25 °C 313 kPa 100 °C 2,26 MPa 200 °C kH 3,67 Fiftyatm/mol 24 °C Keasaman pM a 15,vii 20 °C λmaks 250 nm, 260 nm, 280 nm Konduktivitas termal 0,xiii W/yardChiliad twenty °C Indeks bias n D 1,4459 20 °C Viskositas 0,563 cP 20 °C Struktur Bentuk molekul Tetrahedral Momen dipol i,15 D Termokimia Kapasitas kalor C 114,25 J/molK Entropi tooth standar S o 202,nine J/molK Entalpi pembentukan standar Δf H o -134,three kJ/mol Energi bebas Gibbs Δf G -71,i kJ/mol Entalpipembakaranstandar Δc H o 298 473,21 kJ/mol Farmakologi Kode ATC N01AB02 Bahaya Bahaya utama karsinogen[one] Piktogram GHS Keterangan bahaya GHS {{{value}}} Pernyataan bahaya GHS H302, H315, H319, H332, H336, H351, H361, H373 Langkah perlindungan GHS P261, P281, P305+351+338 Titik nyala Tidak terbakar Dosis atau konsentrasi letal LD, LC LD 50 dosis median 1250 mg/kg mencit, oral LC l konsentrasi median 9617 ppm mancit, 4 jam[2] LC Lo terendah tercatat ppm marmot, two jam ppm kucing, 4 jam ppm manusia, 5 menit[2] Batas imbas kesehatan AS NIOSH PEL yang diperbolehkan l ppm 240 mg/miii[i] REL yang direkomendasikan Ca ST 2 ppm ix,78 mg/thou3 [lx-menit][i] IDLH langsung berbahaya 500 ppm[1] Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar 25 °C [77 °F], 100 kPa. Yverifikasi apa ini Y N ? Referensi Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana CHCliii.[3] Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, akan tetapi penggunaannya sudah dilarang karena telah terbukti dapat merusak liver dan ginjal.[4] Kloroform kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium.[3] Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan bening, mudah menguap, dan berbau khas.[3] Produksi [sunting sunting sumber] Penggunaan [sunting sunting sumber] Pelarut [sunting sunting sumber] Reagen [sunting sunting sumber] Anestesi [sunting sunting sumber] Referensi [sunting sunting sumber] Fungsi Kloroform Atau Eter Dalam Pembedahan Adalah Produksi [sunting sunting sumber] Kloroform dapat disintesis dengan cara mencampuran etil alkohol atau etanol dengan kalsium hipoklorit. Kalsium hipoklorit merupakan donor unsur klor.[three] Selain kalsium hipoklorit, penyumbang unsur klor yang dapat dipakai adalah pemutih pakaian.[3] Pemutih pakaian memiliki senyawa aktif yaitu asam hipoklorit.[5] Etil alkohol dipanaskan dan dicampurkan dengan kalsium hipoklorit.[three] Untuk mendapatkan kloroform dari reaksi pencampuran ini, terdapat tiga reaksi yang terjadi Reaksi oksidasi [3] CH3-CH2OH etil alkohol + Cl2 —> CH3-CHO asetaldehida + HCl asam klorida Reaksi klorinasi [3] CH3-CH2OH asetaldehida + 3Cl2 —> CCliii-CHO trikloroasetaldehida + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] 2CCl3-CHO trikloroasetaldehida + CaOHii kalsium hidroksida —> 2CH3Cl kloroform + HCOOH2Ca kalsium format Selain menggunakan etil alkohol, aseton dapat digunakan untuk menggantikan etil alkohol.[3] Reaksi yang terjadi adalah Reaksi klorinasi [3] CHthreeCOCH3 aseton + 3Cl2 —> CCl3COCH3 trikloroaseton + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] CCliiiCOCH3 trikloroaseton + CaOH2 —> 2CH3Cl kloroform + CHiiiCOO2Ca kalsium asetat Selain ketiga hal di atas, terdapat pula reaksi klorinasi metana yang membutuhkan suhu 400 °C.[three] Reaksi tersebut terjadi sebagai berikut CH4 metana + Cl2 —> CH3Cl + CH2Cl2 + CHCliii + CCl4 Untuk proses ini, kloroform dapat dipisahkan menggunakan distilasi bertingkat, dan proses ini paling banyak diaplikasikan dalam industri.[3] Penggunaan [sunting sunting sumber] Pelarut [sunting sunting sumber] Kloroform dapat digunakan untuk mengekstraksi komponen yang tidak larut dalam air seperti lipid dalam proses isolasi DNA.[6] Proses isolasi DNA melibatkan larutan yang berisi campuran fenol, kloroform, dan isoamilalkohol. Campuran ini akan membuat suspensi Deoxyribonucleic acid pada lapisan atas dan pengotor-pengotor akan mengendap pada bagian bawah tabung. Cairan yang berada pada bagian atas tabung akan diproses lebih lanjut untuk analisis Dna, dan bagian pengotor dibuang.[6] Kloroform digunakan untuk mengekstraksi kafeina dalam minuman.[7] Untuk mendapatkan kafeina tersebut, dalam pemisahannya perlu ditambahkan diklorometana untuk menarik senyawa pengotor.[7] Lapisan kloroform diambil, lalu diuji menggunakan spektrofotometer ultraviolet.[7] Kloroform dapat digunakan untuk campuran untuk menentukan konsentrasi detergen anionik seperti ”sodium dodesil sulfat”.[8] Metode yang dilakukan dinamakan Methylene Bluish Active Substance.[8] Lapisan bagian kloroform diambil lalu diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 652 nm.[8] Kloroform juga dapat digunakan untuk mengkuantifikasi secara kasar kandungan lipid dalam suatu sampel.[9] Untuk memisahkan lipid dari pengotor-pengotor lainnya, sering ditambahkan pelarut organik lainnya seperti metanol untuk menarik kandungan protein. Lapisan kloroform diambil lalu diuapkan hingga tersisa lipidnya.[9] Reagen [sunting sunting sumber] Sebagai reagen, kloroform menyediakan gugus diklorokarben CCl2.[x] Kloroform bereaksi dengan natrium hidroksida berair biasanya dengan adanya katalis transfer fase untuk menghasilkan dikklorokarben CCl2.[11] [12] Reagen ini memengaruhi ortho-formilasi cincin aromatik teraktivasi seperti fenol, menghasilkan aril aldehida dalam reaksi yang dikenal sebagai reaksi Reimer-Tiemann. Atau, karbena dapat terjebak oleh alkena untuk membentuk turunan siklopropana. Dalam reaksi adisi Kharasch, kloroform membentuk radikal bebas CHCl2 di samping alkena. Anestesi [sunting sunting sumber] Kloroform termasuk dalam anestesi umum yang bekerja pada sistem saraf pusat. Referensi [sunting sunting sumber] ^ a b c d “NIOSH Pocket Guide to Chemic Hazards 0127”. National Institute for Occupational Prophylactic and Health NIOSH. ^ a b “Chloroform”. Immediately Dangerous to Life and Health. National Constitute for Occupational Safety and Wellness NIOSH. ^ a b c d due east f g h i j 1000 l chiliad n InggrisBahl A, Bahl BS. 2011. A Textbook of Organic Chemical science for Students. New Delhi S. Chand & Visitor. ^ InggrisStellman JM. 1998. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety Guides, Indexes, Directory. Geneva International Labour Part. ^ InggrisMadigan K, Martinko J, Stahl D, Clark D. 2011. Brock Biological science of Microorganisms. Ed ke-13. New York Pearson. ^ a b Republic of indonesiaSuwanto A, Soka Due south, Candra Krishna Purnawan. 2008. Teknik Percobaan dalam Genetika Molekuler. Jakarta Penerbit Atma Jaya. ^ a b c InggrisBibby Scientific. The quantitative decision of caffeine in beverages and soft drinks using UV wavelength spectroscopy. ^ a b c InggrisShahbazi R, Kermanshahi RK, Gharavi S, Nejad ZM, Borzooee F. 2013. Screening of SDS-degrading bacteria from car wash wastewater and report of the alkylsulfatase enzyme activeness. IJM vtwo153-158. ^ a b InggrisAmenta JS. 1970. A rapid extraction and quantification of total lipids and lipid fractions in blood and feces. Clin Chem xivfour 399-346 ^ Srebnik, M.; Laloë, E. 2001. “Chloroform”. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Wiley. doi ISBN 0471936235. ^ 1988 “1,6-Methano[10annulene]”. Org. Synth.; Coll. Vol. half-dozen 731. ^ 1988 “Phase-Transfer Hofmann Carbylamine Reaction tert-Butyl Isocyanide”. Org. Synth.; Coll. Vol. six 232.
a Menekan pernafasan; paling sedikit pada N2O, eter dan trikloretilen. b) Mengurangi kontraksi jantung, terutama halotan dan metoksifluran; paling ringan efek ini pada eter. c) Merusak hati, terutama senyawa-senyawa klor, misalnya kloroform. d) Merusak ginjal, khususnya metoksifluran. 2. Anestesi Lokal Kebaikan-kebaikannya v
Kloroform, atau yang juga dikenal sebagai triklorometana adalah senyawa yang tidak berwarna, berbentuk cairan beraroma manis dengan rumus kimia CHCl3. Senyawa ini paling dikenal untuk digunakan dalam sejarah sebagai anestesi umum, meskipun sekarang ini telah dikurangi penggunaannya karena masalah keamanan. Saat ini kloroform atau triklorometana lebih sering digunakan dalam berbagai proses industri, termasuk pembuatan plastik, pendingin, dan pelarut. Kloroform ini ditemukan dalam jumlah kecil dalam air dan udara, sebagian besar berasal dari sumber alami. Kloroform adalah racun dan cepat melepaskan uap bila terkena udara, sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Produksi Senyawa ini awalnya dibuat oleh reaksi etanol atau aseton dengan bubuk pemutih – kalsium hipoklorit. Di zaman modern, kloroform itu diproduksi di industri dengan menggabungkan metana dengan klorin. Sejumlah kecil bahan kimia diproduksi secara alami oleh kehidupan laut, seperti rumput laut, dan oleh dekomposisi sisa-sisa tanaman di tanah. Sumber utama pada manusia dalam lingkungan berasal dari penggunaan klorin sebagai agen pemutih di pabrik kertas, dan klorinasi air minum. klorin bereaksi dengan berbagai senyawa organik untuk menghasilkan triklorometana, tetapi jumlah yang ada dalam air diklorinasi kecil dan sehingga tidak menimbulkan risiko apapun untuk kesehatan manusia dalam keadaan normal. Penggunaan Penggunaan kloroform sebagai anestesi sudah dimuala dari 1847, tapi timbul kekhawatiran. Pada tahun 1848, seorang pasien meninggal karena jantungnya berdebar cepat dan tidak teratur sementara ia dibius. Pada awal abad 20, penggunaan kloroform mengalami kemunduran, dan mulai ditinggalkan demi alternatif yang lebih aman dan lebih murah pada sekitar tahun 1940. Sekarang ini, anestesi yang lebih aman seperti halotan, isoflurane, dan sevoflurane, dan lain-lain yang digunakan. Ketika alternatif yang lebih murah diperlukan, seperti yang terjadi di beberapa negara miskin, eter, obat bius yang lebih lama masih sering disukai. Saat ini, penggunaan terbesar kloroform adalah untuk produksi polytetrafluoroethylene PTFE, plastik relatif tahan panas terbaik yang dikenal untuk digunakan sebagai lapisan non-stick untuk panci dan wajan. Senyawa ini pertama bereaksi dengan hidrogen fluorida untuk membentuk Chloro dofluoro Methana, suatu senyawa yang digunakan sebagai pendingin dan propelan untuk kaleng aerosol. Penggunaan ini telah dihapus di banyak negara, karena dampaknya pada lapisan ozon, tetapi produksinya masih merupakan langkah penting dalam pembuatan PTFE. Di laboratorium, triklorometana sering digunakan sebagai pelarut yang stabil, relatif tidak aktif, dan melarutkan banyak senyawa organik. Hal ini sangat efektif dalam penggalian zat dari bahan tanaman dan digunakan dengan cara ini dalam industri farmasi untuk mengekstraksi obat-obatan dan prekursor obat dari tanaman. Hal ini juga dapat digunakan dalam kimia analitik untuk mengisolasi senyawa dari sampel dan digunakan dalam sintesis banyak bahan kimia organik. Efek kesehatan Efek anestesi kloroform yang berasal oleh penghambatan aktivitas sistem saraf pusat. Menghirup uap dapat dengan cepat dapat membawa ketidaksadaran, tetapi dosis yang sangat tinggi bisa berakibat fatal. Bahan kimia ini juga mempengaruhi aktivitas di organ utama lainnya, termasuk jantung, yang membuatnya berbahaya sebagai obat bius. Hal ini dianggap cukup beracun – dalam hal efek akut – jika tertelan, dan dosis 0,35 ons cairan 10 mililiter dapat berakibat fatal pada manusia. Alat pengaman standar di laboratorium Paparan jangka panjang untuk konsentrasi yang relatif rendah triklorometana dapat memiliki sejumlah efek samping, terutama pada hati dan ginjal. Mungkin ada risiko kanker yang berhubungan dengan paparan bahan kimia ini. Meskipun tidak ada bukti konklusif penyebab kanker pada manusia, tes pada hewan telah menunjukkan kloroform menyebabkan tumor hati dan ginjal, dan di Amerika Serikat, Badan Perlindungan Lingkungan EPA telah mengklasifikasikan sebagai ” Kemungkinan Penyebab karsinogen pada manusia.” Paparan bahan kimia ini paling mungkin terjadi dalam dunia industri atau laboratorium, tetapi sejumlah kecil itu yang ada juga di udara dan di air. Potensi risiko lain dalam penanganan dan penyimpanan kloroform adalah pembentukan gas sangat beracun, fosgen, yang digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia I. Bila terkena cahaya, triklorometana bereaksi dengan oksigen di udara untuk menghasilkan gas ini. Untuk alasan ini, disimpan dalam botol kaca gelap.
.
fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah