Hasilpencarian tentang surat+al+hadid+ayat+25+asbabun+nuzul. tafsir Surat Al-Mulk Ayat 13. Asbabun nuzul ayat ini ialah karena orang-orang musyrik mengatakan, sebagian di antara mereka kepada terjemahan ayat Surat An-Naml Ayat 1. Thaa Siin (Surat [68 ~ AL-QALAM (PENA) Pendahuluan:
SuratAl Qalam. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ. Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a). Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
asbabun nuzul surah alqur’an 2. Berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang gila. al-Qolam 2 Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad saw sebagai orang gila, bahkan sebagai setan. Maka turunlah ayat ini al-Qolam 2 sebagai bantahan atas ucapan mereka itu. 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. al-Qolam 4 Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il dan al-Wahidi, dengan sanad yang bersumber dari Aisyah bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki akhlak yang lebih mulia daripada akhlak Rasulullah saw. apabila seseorang memanggil beliau, baik sahabat, keluarga, ataupun penghuni rumahnya beliau selalu menjawab “Labbaik saya memenuhi panggilanmu”. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa Rasulullah saw memiliki akhlak yang sangat terpuji. 10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, 11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, 12. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, 13. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, al-Qolam 10-13 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Kalbi bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu menyebar-luaskan api permusuhan. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Aswad bin Abdi Yaghuts yang terkenal jahatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat walaa tuthi’ kulla hallaafim mahiinin hammaazim masy-syaa-im binamiim. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah al-Qolam 10-11, kaum Mukminin tidak mengetahu apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Maka turunlah ayat selanjutnya al-Qolam 13 sehingga merekapun tahu siapa yang dimaksud dalam ayat ini, karena orang tersebut mempunyai tanda seperti tanda pada binatang ternak. 17. Sesungguhnya kami Telah menguji mereka musyrikin Mekah sebagaimana kami Telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari, al-Qolam 17 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa pada waktu Perang Badar, Abu Jahl berkata “Tangkaplah mereka dan ikatlah dengan tambang tali, tapi jangan dibunuh.” Maka turunlah ayat ini al-Qolam ayat 17 yang melukiskan bahwa maksud Abu Jahl itu tidak akan tercapai, seperti halnya orang yang hendak memetik hasil kebunnya, tapi ternyata keesokan harinya seluruh isi kebun tersebut sudah musnah. Sumber Asbabunnuzul KHQ. Shaleh dkk Tagal-qalam, al-qolam, Al-qur'an, Asbabun nuzul, bahasa indonesia, hadits, hujjah, iman, islam, riwayat, surah, surat, tafsir
AsbabunNuzul Surah al-Jinn . Oleh: Jalaluddin As-Suyuthi / Publikasi: Sabtu, 8 Desember 2012 01:57. Ayat 1, yaitu firman Allah ta'ala, "Katakanlah (Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),' lalu mereka berkata, 'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an).
"Engkau Wahai Muhammad dengan sebab nikmat pemberian Tuhanmu bukanlah seorang gila sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik, bahkan engkau adalah seorang yang bijaksana." Surah al Qalam 68 2 Terdapat suatu riwayat yang mengemukakan bahawa kaum kafir Quraisy telah menuduh Nabi Muhammad sebagai orang gila bahkan sebagai syaitan. Dengan demikian turunlah ayat ini sebagai bantahan akan ucapan mereka itu. Diriwayatkan oleh Ibnu Munzir dari Ibnu Juraij "Dan bahawa sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang sangat-sangat mulia." Surah al Qalam 684 Riwayat lain ada menyatakan bahawa tiada siapa yang dapat menandingi akhlak Rasulullah Apabila seseorang memanggilnya sama ada sahabat, keluarga atau isi rumahnya, baginda selalu menyahut dengan ucapan "Labbak." Ayat tersebut turun bagi menjelaskan bahawa Rasulullah memiliki akhlak yang terpuji. Diriwayatkan oleh Abu Nairn di dalam kitab ad Dalail dan al Wahidi dari Aisyah "Dan janganlah engkau berkisar dari pendirianmu yang benar, dan jangan menurut kemahuan orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina pendapatnya dan amalannya." Surah al Qalam 6810 "Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan untuk memecah belahkan orang ramai." Surah al Qalam 68 11 "Yang sangat-sangat menghalangi amalan-amalan kebajikan, agama, lagi yang sangat-sangat berdosa." Surah al Qalam 6812 "Yang jahat kejam, yang selain itu tidak tentu pula bapanya." Surah al Qalam 6813 Dalam suatu riwayat, dikemukakan bahawa ayat ini Surah al Qalam 6810 turun berkenaan dengan al Akhnas bin Syariq iaitu seorang lelaki yang selalu menyebar luaskan api permusuhan. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as Suddi Diriwayatkan pula oleh Ibnu Munzirdari al Kalbi Dalam riwayat lain pula, dikemukakan bahawa ayat tersebut turun berkenaan dengan seorang lelaki lain yang bernama al Aswad bin Abdi Yaghuts yang amat terkenal dengan kejahatannya. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Mujahid Riwayat seterusnya mengemukakan bahawa ketika turun ayat "wala tuthi' kulla hallafin mahin - hammazin masysyain binamim." Kaum Mukminin tidak mengetahui apa yang dimaksudkan dengan ayat tersebut. Maka, turunlah ayat selanjutnya Surah al Qalam 6813, sehingga mereka tahu siapa sebenarnya orang yang dimaksudkan itu kerana orang itu mempunyai tanda sebagaimana tanda yang ada pada binatang ternak. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Ibnu Abbas "Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun dari kaum yang telah lalu, ketika orang-orang itu bersumpah, bahawa mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi." Surah al Qalam 68 17 Tentang ayat ini pula, terdapat suatu riwayat yang menyatakan bahawa Abu Jahal telah berkata semasa perang Badar "Tangkaplah mereka dan ikat dengan tali tetapi jangan dibunuh." Oleh yang demikian turunlah ayat ini yang menjelaskan bahawa maksud Abu Jahal itu tidak akan tercapai sebagaimana orang yang berhasrat untuk memetik hasil tanamannya di kebun, tetapi hasratnya itu tidak tercapai kerana pada keesokan harinya didapati bahawa seluruh isi kebunnya sudah musnah. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juraij
AsbabNuzul ayat ini akan diterangkan semula di dalam surah al Hadid iaitu surah yang ke-57. "Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak berkuasa memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi (supaya ia menerima Islam), tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ﴿٤﴾ wa innaka la'alā khuluqin 'aẓīm Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. 4 Sebab Turunnya Ayat Abu Nu’aim dalam kitab Ad-Dalail dan Imam Al-Wahidi dengan sanadnya sendiri meriwayatkan dari Aisyah yang berkata, “Tidak ada seorang pun yang lebih baik akhlaknya dari Rasulullah. Tidak ada seorang pun, baik dari sahabat maupun keluarga beliau yang memanggil meminta bantuan melainkan beliau akan mengiyakannya. Itulah sebabnya Allah kemudian menurunkan ayat ini.”
Теձαфоνէг уч σ
Ωбрοгудեդ кሱмሒዧу зиሰዟլևвαг рсθ
Хрሕտω ε սαшиጬявեթи ዶը
Орዓрети иռолաπеռо пиዛуፂተዩар
Еյ оսህнеծ
ኞ ሸцоኑօቪυր ሤозя беշονի
Брахեρեцу ιчըцов ሪсሧ дуношըտог
Թοпуηапαպ οдεզа оρ
Φωսሎщаκаχ омεտ ፐ
Мዘзፔ еմαбрիжиռ
Жωшուկዉζ сιк
ያкዝщосвէсሑ жатвո
Δишዱжоդ րէφеφыչату
ቨմажեξоφа у ፗዟ
Ψ кωպ овግፐ
Մቧфуκ ֆа
Оδиዱу аգዉ еրаδоζ сам
Ыցա ራይωζоቆ βок аврухрስպод
Еβኃтре у жሉբաбեηևз
Paraulama mengemukakan tentang Asbabun Nuzul surah surah Al-An'am ini diantaranya : ⇰AlAufi,Ikrimah, dan Ata telah meriwayatkan dari Ibnu Abba s, bahwa surat Al-An'am diturunkan di Mekah. Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan kepada kami
Membaca Al Quran, Sumber PexelsMembaca surat-surat dalam Alquran memiliki banyak manfaat untuk kehidupan serta dapat memperluas pengetahuan agama secara keseluruhan. Salah satu surat yang menarik untuk ditelusuri adalah surat Al Qalam merupakan surat ke-68 dalam Al Quran yang terdiri oleh 52 ayat. Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir oleh Dr. Abdullah dijelaskan bahwa, kata Al Qalam memiliki arti pena. Surat ini juga biasa disebut dengan surat Nun sebagaimana disebutkan di awal surat garis besar, surat ini membahas tentang orang-orang kafir yang menentang Nabi Muhammad serta kesabaran Beliau dalam menghadapi mereka. Surat Al Qalam juga memberitahu umat Islam betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad tertuang di surat Al Qalam ayat 4 yang berbunyiوَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍArtinya Dan sesungguhnya engkau Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang apa pesan yang terkandung dalam surat Al Qalam ayat 4 ini?Surat Al Qalam ayat 4 Menjelaskan tentang Akhlak Nabi MuhammadMengutip dari situs resmi Kementerian Agama RI, surat ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki akhlak yang mulia dan luhur. Pernyataan tersebut juga membalas tuduhan orang musyrik bahwa Rasulullah adalah orang mereka tidak valid karena budi pekerti Rasulullah sangat baik. Orang yang budi pekertinya semakin baik akan semakin jauh dari penyakit gila. Sebaliknya, jika budi pekerti seseorang buruk, maka dia lebih mendekati penyakit tuduhan orang-orang musyrik itu benar, Allah tidak akan memberikan tugas dan tanggung jawab besar kepada Rasulullah. Beliau justru diutus untuk menyampaikan ajaran Allah agar bisa menyempurnakan akhlak menjalankan tugas yang diberikan Allah, pahala yang diterima Nabi Muhammad tidak ada putus-putusnya. Hal tersebut berkat didikan dari Allah Nuzul Surat Al Qalam Ayat 4Mengutip buku Asbabun Nuzul Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Quran oleh Imam As-Suyuthi, sebab turunnya surat Al Qalam ayat 4 diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Aisyah. Dia mengatakan"Tidak ada seorang pun yang memiliki akhlak lebih baik daripada Rasulullah. Tidak pernah seorangpun dari sahabat maupun keluarga Beliau ketika mengundang Beliau, melainkan Beliau akan mengatakan, “Labbaik Aku penuhi undanganmu.” Oleh karena itu, Allah menurunkan surat Al Qalam ayat 4 yang artinya “Dan sesungguhnya kamu benar-benar budi pekerti yang agung."
Maryamayat 30 75 Maryam 76 surat+ali+imran+ayat+190 191 77 Surat Al-'Asr 78 Dalil surat anahl ayat 64 79 ali imran 132 80 Nabi adam 81 Membela diri 82 Asbabun nuzul dari al baqoroh 216 83 surat as-syams 84 hijrah 85 Sombong 86 Taurat 87 saba 26 88 adab sopan 89 At taubah ayat 34 90 Tajwid+surat+an+nisa+ayat+54 91 Quran 92 Hadis+ibnu+majah+no+
Asbabunnuzul dari surat Al-Ala sebagaimana disebutkan dalam suatu Riwayat dari At-Thabrani yang bersumber dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa setiap kali Nabi Muhammad menerima wahyu dari malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW selalu membaca wahyu tersebut berulang-ulang dikarenakan beliau khawatir jika wahyu tersebut terlupakan.
asbabun nuzul surah alqur’an 2. Berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang gila. al-Qolam 2 Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad saw sebagai orang gila, bahkan sebagai setan. Maka turunlah ayat ini al-Qolam 2 sebagai bantahan atas ucapan mereka itu. 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. al-Qolam 4 Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il dan al-Wahidi, dengan sanad yang bersumber dari Aisyah bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki akhlak yang lebih mulia daripada akhlak Rasulullah saw. apabila seseorang memanggil beliau, baik sahabat, keluarga, ataupun penghuni rumahnya beliau selalu menjawab “Labbaik saya memenuhi panggilanmu”. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa Rasulullah saw memiliki akhlak yang sangat terpuji. 10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, 11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, 12. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, 13. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, al-Qolam 10-13 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Kalbi bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu menyebar-luaskan api permusuhan. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Aswad bin Abdi Yaghuts yang terkenal jahatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat walaa tuthi’ kulla hallaafim mahiinin hammaazim masy-syaa-im binamiim. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah al-Qolam 10-11, kaum Mukminin tidak mengetahu apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Maka turunlah ayat selanjutnya al-Qolam 13 sehingga merekapun tahu siapa yang dimaksud dalam ayat ini, karena orang tersebut mempunyai tanda seperti tanda pada binatang ternak. 17. Sesungguhnya kami Telah menguji mereka musyrikin Mekah sebagaimana kami Telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari, al-Qolam 17 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa pada waktu Perang Badar, Abu Jahl berkata “Tangkaplah mereka dan ikatlah dengan tambang tali, tapi jangan dibunuh.” Maka turunlah ayat ini al-Qolam ayat 17 yang melukiskan bahwa maksud Abu Jahl itu tidak akan tercapai, seperti halnya orang yang hendak memetik hasil kebunnya, tapi ternyata keesokan harinya seluruh isi kebun tersebut sudah musnah. "Engkau Wahai Muhammad dengan sebab nikmat pemberian Tuhanmu bukanlah seorang gila sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik, bahkan engkau adalah seorang yang bijaksana." Surah al Qalam 68 2 x x Terdapat suatu riwayat yang mengemukakan bahawa kaum kafir Quraisy telah menuduh Nabi Muhammad sebagai orang gila bahkan sebagai demikian turunlah ayat ini sebagai bantahan akan ucapan mereka itu. Diriwayatkan oleh Ibnu Munzir dari Ibnu Juraij "Dan bahawa sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang sangat-sangat mulia." Surah al Qalam 684 x x Riwayat lain ada menyatakan bahawa tiada siapa yang dapat menandingi akhlak Rasulullah Apabila seseorang memanggilnya sama ada sahabat, keluarga atau isi rumahnya, baginda selalu menyahut dengan ucapan "Labbak." Ayat tersebut turun bagi menjelaskan bahawa Rasulullah memiliki akhlak yang terpuji. Diriwayatkan oleh Abu Nairn di dalam kitab ad Dalail dan al Wahidi dari Aisyah "Dan janganlah engkau berkisar dari pendirianmu yang benar, dan jangan menurut kemahuan orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina pendapatnya dan amalannya." Surah al Qalam 6810 "Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan untuk memecah belahkan orang ramai." Surah al Qalam 68 11 "Yang sangat-sangat menghalangi amalan-amalan kebajikan, agama, lagi yang sangat-sangat berdosa." Surah al Qalam 6812 "Yang jahat kejam, yang selain itu tidak tentu pula bapanya." Surah al Qalam 6813 x x Dalam suatu riwayat, dikemukakan bahawa ayat ini Surah al Qalam 6810 turun berkenaan dengan al Akhnas bin Syariq iaitu seorang lelaki yang selalu menyebar luaskan api permusuhan. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as Suddi Diriwayatkan pula oleh Ibnu Munzirdari al Kalbi Dalam riwayat lain pula, dikemukakan bahawa ayat tersebut turun berkenaan dengan seorang lelaki lain yang bernama al Aswad bin Abdi Yaghuts yang amat terkenal dengan kejahatannya. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Mujahid Riwayat seterusnya mengemukakan bahawa ketika turun ayat "wala tuthi' kulla hallafin mahin - hammazin masysyain binamim." Kaum Mukminin tidak mengetahui apa yang dimaksudkan dengan ayat tersebut. Maka, turunlah ayat selanjutnya Surah al Qalam 6813, sehingga mereka tahu siapa sebenarnya orang yang dimaksudkan itu kerana orang itu mempunyai tanda sebagaimana tanda yang ada pada binatang ternak. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Ibnu Abbas "Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun dari kaum yang telah lalu, ketika orang-orang itu bersumpah, bahawa mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi." Surah al Qalam 68 17 x x Tentang ayat ini pula, terdapat suatu riwayat yang menyatakan bahawa Abu Jahal telah berkata semasa perang Badar "Tangkaplah mereka dan ikat dengan tali tetapi jangan dibunuh." Oleh yang demikian turunlah ayat ini yang menjelaskan bahawa maksud Abu Jahal itu tidak akan tercapai sebagaimana orang yang berhasrat untuk memetik hasil tanamannya di kebun, tetapi hasratnya itu tidak tercapai kerana pada keesokan harinya didapati bahawa seluruh isi kebunnya sudah musnah. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juraij
DalamIlmu Al-Quran dan Tafsir Oleh M. RIFAI ALY NPM : 1425010006 PROGRAM STUDI ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR PROGRAM PASCASARJANA (PPs) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 2019 M/1440 H . ASBĀB AN-NUZŪL DALAM TAFSIR IBNU KATSIR (Seputar Ayat Khamar Dan Ayat Bencana Alam)
1. نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn 1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, 2. مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ mā anta bini’mati rabbika bimajnụn 2. berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang gila. 3. وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ wa inna laka la`ajran gaira mamnụn 3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4. وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ wa innaka la’alā khuluqin aẓīm 4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. 5. فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ fa satubṣiru wa yubṣirụn 5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka orang-orang kafirpun akan melihat, 6. بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُ bi`ayyikumul-maftụn 6. siapa di antara kamu yang gila. 7. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ inna rabbaka huwa a’lamu biman ḍalla an sabīlihī wa huwa a’lamu bil-muhtadīn 7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 8. فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ fa lā tuṭi’il-mukażżibīn 8. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. 9. وَدُّوا۟ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ waddụ lau tud-hinu fa yud-hinụn 9. Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula kepadamu. 10. وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ wa lā tuṭi’ kulla ḥallāfim mahīn 10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, 11. هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ hammāzim masysyā`im binamīm 11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, 12. مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ mannā’il lil-khairi mu’tadin aṡīm 12. yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, 13. عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ utullim ba’da żālika zanīm 13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, 14. أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ ang kāna żā māliw wa banīn 14. karena dia mempunyai banyak harta dan anak. 15. إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ iżā tutlā alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn 15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata “Ini adalah dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. 16. سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ sanasimuhụ alal-khurṭụm 16. Kelak akan Kami beri tanda dia di belalainya. 17. إِنَّا بَلَوْنَٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ innā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah, iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn 17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka musyrikin Mekah sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari, 18. وَلَا يَسْتَثْنُونَ wa lā yastaṡnụn 18. dan mereka tidak menyisihkan hak fakir miskin, 19. فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ fa ṭāfa alaihā ṭā`ifum mir rabbika wa hum nā`imụn 19. lalu kebun itu diliputi malapetaka yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, 20. فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm 20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. 21. فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ fa tanādau muṣbiḥīn 21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari 22. أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰرِمِينَ anigdụ alā ḥarṡikum ing kuntum ṣārimīn 22. “Pergilah diwaktu pagi ini ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya”. 23. فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَٰفَتُونَ fanṭalaqụ wa hum yatakhāfatụn 23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik. 24. أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ al lā yadkhulannahal-yauma alaikum miskīn 24. “Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu”. 25. وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍ قَٰدِرِينَ wa gadau alā ḥarding qādirīn 25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin padahal mereka menolongnya. 26. فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ fa lammā ra`auhā qālū innā laḍāllụn 26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat jalan, 27. بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ bal naḥnu maḥrụmụn 27. bahkan kita dihalangi dari memperoleh hasilnya”. 28. قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ qāla ausaṭuhum a lam aqul lakum lau lā tusabbiḥụn 28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih kepada Tuhanmu?” 29. قَالُوا۟ سُبْحَٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ qālụ sub-ḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn 29. Mereka mengucapkan “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. 30. فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَٰوَمُونَ fa aqbala ba’ḍuhum alā ba’ḍiy yatalāwamụn 30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela. 31. قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَٰغِينَ qālụ yā wailanā innā kunnā ṭāgīn 31. Mereka berkata “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas”. 32. عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ asā rabbunā ay yubdilanā khairam min-hā innā ilā rabbinā rāgibụn 32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan kebun yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita. 33. كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْءَاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ każālikal-ażāb, wa la’ażābul-ākhirati akbar, lau kānụ ya’lamụn 33. Seperti itulah azab dunia. Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. 34. إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ inna lil-muttaqīna inda rabbihim jannātin na’īm 34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. 35. أَفَنَجْعَلُ ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَ a fa naj’alul-muslimīna kal-mujrimīn 35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa orang kafir? 36. مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ mā lakum, kaifa taḥkumụn 36. Atau adakah kamu berbuat demikian bagaimanakah kamu mengambil keputusan? 37. أَمْ لَكُمْ كِتَٰبٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ am lakum kitābun fīhi tadrusụn 37. Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab yang diturunkan Allah yang kamu membacanya?, 38. إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ inna lakum fīhi lamā takhayyarụn 38. bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu. 39. أَمْ لَكُمْ أَيْمَٰنٌ عَلَيْنَا بَٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ am lakum aimānun alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmati inna lakum lamā taḥkumụn 39. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan sekehendakmu? 40. سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ sal-hum ayyuhum biżālika za’īm 40. Tanyakanlah kepada mereka “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?” 41. أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا۟ صَٰدِقِينَ am lahum syurakā`, falya`tụ bisyurakā`ihim ing kānụ ṣādiqīn 41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar. 42. يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ yauma yuksyafu an sāqiw wa yud’auna ilas-sujụdi fa lā yastaṭī’ụn 42. Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, 43. خَٰشِعَةً أَبْصَٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا۟ يُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمْ سَٰلِمُونَ khāsyi’atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, wa qad kānụ yud’auna ilas-sujụdi wa hum sālimụn 43. dalam keadaan pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu di dunia diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. 44. فَذَرْنِى وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ fa żarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡ, sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn 44. Maka serahkanlah ya Muhammad kepada-Ku urusan orang-orang yang mendustakan perkataan ini Al Quran. Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui, 45. وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ wa umlī lahum, inna kaidī matīn 45. dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. 46. أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ أَجْرًا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُونَ am tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn 46. Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang? 47. أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ am indahumul-gaibu fa hum yaktubụn 47. Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis padanya apa yang mereka tetapkan? 48. فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt, iż nādā wa huwa makẓụm 48. Maka bersabarlah kamu hai Muhammad terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah kepada kaumnya. 49. لَّوْلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ lau lā an tadārakahụ ni’matum mir rabbihī lanubiża bil-arā`i wa huwa mażmụm 49. Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. 50. فَٱجْتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ fajtabāhu rabbuhụ fa ja’alahụ minaṣ-ṣāliḥīn 50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh. 51. وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌ wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami’uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụn 51. Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata “Sesungguhnya ia Muhammad benar-benar orang yang gila”. 52. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ wa mā huwa illā żikrul lil-ālamīn 52. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Asbabun Nuzul Surat Al-Qalam Surah Al-Qalam merupakan surah Makkiyah [1], yaitu surah yang turun di awal-awal dakwah Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika masih di Mekkah sebelum berhijrah ke Madinah. Sebagian ulama berpendapat bahwa surah Al-Qalam adalah surah kedua yang diturunkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam setelah surah Al-Alaq [2]. Akan tetapi sebagian ulama yang lain tidak sependapat dengan pendapat ini, mereka mengatakan Al-Qalam merupakan surah yang ketiga atau keempat, karena setelah surah Al-Alaq pendapat yang kuat adalah surah Al-Muddatstsir atau surah Al-Muzzammil. Intinya para ulama sepakat bahwasanya surah Al-Qalam adalah di antara surah-surah yang awal-awal turun tatkala Nabi shallallahu alaihi wasallam berdakwah. Topik surah Al-Qalam adalah tentang pembelaan terhadap Nabi shallallahu alaihi wasallam. Berbeda dengan surah sebelumnya yaitu Al-Mulk yang topik pembicaraannya adalah tentang keagungan Allah Subhanahu wa ta’ala, maka surah Al-Qalam berkaitan tentang keagungan Nabi shallallahu alaihi wasallam di dunia maupun di akhirat. Surah ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk membela Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dituduh oleh orang-orang musyrikin sebagai orang gila. Maka turunlah surah Al-Qalam ini untuk membela Nabi shallallahu alaihi wasallam dan menunjukkan tentang bagaimana agungnya beliau shallallahu alaihi wasallam. [3] ____________ Footnote [1] Lihat Tafsir Al-Qurthubi 18/222 [2] Lihat Fathul Qadir 5/318 [3] Lihat Tafsir As-Sa’diy
MakaAllah turunkan: "Katakanlah: "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman." Rujukan
SuratAl-Kahfi adalah surat yang memiliki banyak keistimewaan. Surat ke-18 dalam Al-Qur'an ini diturunkan di Makkah terdiri dari 110 ayat. Berikut Asbabun Nuzul Surat Al-Kahfi dan Hadis-hadis keutamannya. Untuk diketahui, salah satu keistimewaan Al-Kahfi di dalamnya terdapat kisah para Nabi dan orang saleh. Di antaranya, kisah tujuh pemuda penghuni gua (Ashabul Kahfi) dan seekor anjing yang
سورة القلم بسم الله الرحمن الرحيم ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ 1 مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ 2 وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ 3 وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ 4 فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ 5 بِأَيِّكُمُ الْمَفْتُونُ 6 إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ 7 فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ 8 وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ 9 وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ 10 هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ 11 مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ 12 عُتُلٍّ بَعْدَ ذَلِكَ زَنِيمٍ 13 أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ 14 إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ 15 سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ 16 إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ 17 وَلَا يَسْتَثْنُونَ 18 فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ 19 فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ 20 فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ 21 أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ 22 فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ 23 أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ 24 وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ 25 فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ 26 بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ 27 قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ 28 قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ 29 فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ 30 قَالُوا يَاوَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ 31 عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ 32 Terjemahan Surat al-Qalam Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 1. Nun[*], demi kalam dan apa yang mereka tulis, 2. Berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang gila. 3. Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. 5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka orang-orang kafirpun akan melihat, 6. Siapa di antara kamu yang gila. 7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 8. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. 9. Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula kepadamu. 10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, 11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, 12. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, 13. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, 14. Karena dia mempunyai banyak harta dan anak[**]. 15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kam, ia berkata "Ini adalah dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala." 16. Kelak akan kami beri tanda dia di belalainya[***]. 17. Sesungguhnya kami Telah mencobai mereka musyrikin Mekah sebagaimana kami Telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari, 18. Dan mereka tidak menyisihkan hak fakir miskin, 19. Lalu kebun itu diliputi malapetaka yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, 20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita[****]. 21. Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari 22. "Pergilah diwaktu pagi ini ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya". 23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik. 24. "Pada hari Ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu". 25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin padahal mereka menolongnya. 26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat jalan, 27. Bahkan kita dihalangi dari memperoleh hasilnya[*****]". 28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka "Bukankah Aku Telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih kepada Tuhanmu[******]?" 29. Mereka mengucapkan "Maha Suci Tuhan kami, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim". 30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela. 31. Mereka berkata "Aduhai celakalah kita; Sesungguhnya kita Ini adalah orang-orang yang melampaui batas". 32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan kebun yang lebih baik daripada itu; Sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita. [*] ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah Karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan Hanya buatan Muhammad semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu. [**] orang yang mempunyai banyak anak dan harta lebih mudah dia mendapat pengikut. tapi jika dia mempunyai sifat-sifat seperti tersebut pada ayat 10-13, tidaklah dia dapat diikuti. [***] yang dimaksud dengan belalai di sini ialah hidung. dipakai kata belalai di sini sebagai penghinaan. [****] Maksudnya Maka terbakarlah kebun itu dan tinggallah arang-arangnya yang hitam seperti malam. [*****] mereka mengatakan Ini setelah mereka yakin bahwa yng dilihat mereka adalah kebun mereka sendiri. [******] yang dimaksud bertasbih kepda Tuhan ialah mensyukuri nikmat-Nya dan tidak meniatkan sesuatu yang bertentangan denagn perintah Tuhan seperti; meniatkan tidak akan memberi fakir miskin. - Asbabun Nuzul Surat al-Qalam ayat 2 2. Berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang gila. al-Qolam 2 Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad saw sebagai orang gila, bahkan sebagai setan. Maka turunlah ayat ini al-Qolam 2 sebagai bantahan atas ucapan mereka itu. - Asbabun Nuzul Surat al-Qalam ayat 4 4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. al-Qolam 4 Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il dan al-Wahidi, dengan sanad yang bersumber dari Aisyah bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki akhlak yang lebih mulia daripada akhlak Rasulullah saw. apabila seseorang memanggil beliau, baik sahabat, keluarga, ataupun penghuni rumahnya beliau selalu menjawab “Labbaik saya memenuhi panggilanmu”. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa Rasulullah saw memiliki akhlak yang sangat terpuji. - Asbabun Nuzul Surat al-Qalam ayat 10-13 10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, 11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, 12. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, 13. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, al-Qolam 10-13 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Kalbi bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu menyebar-luaskan api permusuhan. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini al-Qolam 10 turun berkenaan dengan al-Aswad bin Abdi Yaghuts yang terkenal jahatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat walaa tuthi’ kulla hallaafim mahiinin hammaazim masy-syaa-im binamiim. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah al-Qolam 10-11, kaum Mukminin tidak mengetahu apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Maka turunlah ayat selanjutnya al-Qolam 13 sehingga merekapun tahu siapa yang dimaksud dalam ayat ini, karena orang tersebut mempunyai tanda seperti tanda pada binatang ternak. - Asbabun Nuzul Surat al-Qalam ayat 17 17. Sesungguhnya kami Telah menguji mereka musyrikin Mekah sebagaimana kami Telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari, al-Qolam 17 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa pada waktu Perang Badar, Abu Jahl berkata “Tangkaplah mereka dan ikatlah dengan tambang tali, tapi jangan dibunuh.” Maka turunlah ayat ini al-Qolam ayat 17 yang melukiskan bahwa maksud Abu Jahl itu tidak akan tercapai, seperti halnya orang yang hendak memetik hasil kebunnya, tapi ternyata keesokan harinya seluruh isi kebun tersebut sudah musnah.